Pemanggang Roti Tawar
Pernahkah kamu mendengar tentang kenangan yang ikut terkubur
Bersama harapan?
Hal itu lah yang sedang kurasakan hari ini, bagaimana jejak Langkah
terhenti hanya karena satu nama yang ikut meneduh diantara banyaknya manusia,
ia seperti aroma roti yang baru keluar dari pemanggang. Hangat, Lembut,
seketika habis.
Seperti itu lah alam semesta yang turut berbahagia setelah melihat
sinar sang Mentari pagi. Merasakan kehangatan nya, melihat senyumnya, dan
mendengarkan detak hatinya. Itulah penggambaran tentang diriku dan
kehidupannya, seolah semuanya terasa sangat mendekap walau hanya dengan
hitungan waktu.
Ah sial, hal itu teringat Kembali. Tentang anak kecil yang
berjalan sendirian dibawah terangnya bulan seraya berkata “Aku terlahir, untuk
sendiri”. Ternyata, dugaanku memang benar, peristiwa tidak selalu tertulis oleh
mereka yang selamat, namun mereka yang terus tersemat.
Karena luka yang paling menyakitkan bukanlah perpisahan,
melainkan menunggu tanpa adanya kepastian.
Ucap anak kecil yang merenungi dibawah sinar bulan purnama
dan buku catatannya.
Pryga_r
Komentar
Posting Komentar