Lupakan Saja
"Kita Kembali dengan pribadi yang lebih baik"
Ingat kalimat terakhir itu? lalu bagaimana janji sunyi yang diucapkan bisa terus terpancar sampai saat ini? apakah aku yang terlalu menyimpan banyak hal tentangmu, atau dunia yang terlalu memihak pada kesederhanaan cerita yang tiap gema nya membawa rasa gembira. Aneh, bahkan lebih aneh saat aku mendengar bahwa kuda laut jantan lah yang mengandung anak-anak nya. Aku hanya ingin bisa berhenti di satu tujuan yang tak berujung itu, apakah dengan mu? atau dengan kicauan masa depan tanpa mu? Semuanya tetap mengalir dalam frasa yang terbelenggu ini, ia berkoar, ingin bersuar tapi terlalu sadar bahwa kehidupan ini membuatku paham akan arti sebuah kisah belukar layaknya duri diantara para mawar.
Buku ini masih tergeletak kosong di atas meja belajar ku, aroma sebatang pohon kayu yang tertancap di setiap kertas, dan permukaan halus di setiap baris, serta kalimat yang tak ingin pergi. Mereka mengisyaratkan bahwa cerita ku harus tetap abadi dalam rangkaian kalimat tak bersuara, mereka bersembunyi di balik sudut hati dan berkata,
"Lupakan saja, cari yang baru"
Namun yang kusangkal adalah, cerita itu tidak bisa tergantikan dengan apapun. Tak ada yang cukup, tak ada lagi yang sama, tak ada yang bisa memenuhi kekosongan hidup ku sampai saat ini, apakah aku akan hanya terus berjalan dengan bayangan hitam dibawah sinar matahari?
Kita harus bisa lebih memahami, bahwa ada seseorang yang pernah menjadi cerita. Walaupun akhirnya harus direlakan tanpa ada perantara dan janji yang diikat dengan sejumlah cinta
Pryga_r
Komentar
Posting Komentar